Uji Chi Square Dengan Menggunakan SPSS

 


   Uji chi square merupakan salah satu uji parametrik yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Variabel independen adalah sebuah variabel bebas atau variabel yang mempengaruhi variabel lainnya (Variabel dependen). Sebaliknya variabel dependen merupakan variabel terikat atau variabel yang dipengaruhi. Kali ini saya akan memberikan penjelasan mengenai uji chi square  menggunakan applikasi SPPS. 

   Uji chi square merupakan uji analisa bivariat yang bisa digunakan dalam tabel 2 x 2, 2 x3 maupun 3x2 begitupun seterusnya. Pada umumnya judul penelitian yang menggunakan analisa ini berupa "Hubungan variabel X dengan Variabel Y di Puskesmas X Tahun 2023" atau "Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kepatuhan Pasien dalam mengkonsumsi Obat TB Paru di Puskesmas X". Kedua judul ini merupakan penelitian yang menggunakan analisa bivariat dengan uji chi square. 

   Kemudian apa yang diharapkan dari analisa bivariat dengan uji statistik parametrik chi square? jawabannya ialah hipotesa alternatif dapat diterima dan hipotesa nol dapat ditolak, dalam kata lain uji chi square ini mengharapkan adanya hubungan yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y.

Apa itu hipotesa nol, hipotesa nol merupakan hipotesa yang tidak diharapkan oleh seorang peneliti dimana hipotesa nol pada umumnya menyatakan "Tidak ada hubungan" Sementara pada hipotesa alternatif merupakan hipotesa yang diharapkan oleh si peneliti pada umumnya hipotesa alternatif berupa "Terdapat hubungan" 

       Visitors literasi ide, kali ini saya akan memaparkan penjelasan uji chi square dengan menggunakan applikasi SPSS. Aplikasi SPSS merupakan applikasi yang digunakan oleh para peneliti pemula hingga peneliti senior. Applikasi SPSS sangat mempermudah peneliti dalam melakukan analisa data baik analisa univariat maupun analisa data bivariat. Berikut ini adalah tahapan uji chi square menggunakan applikasi SPSS.

      Hal yang pertama anda siapkan adalah pengkategorian dari variabel penelitian contohnya variabel pengetahuan dikategorikan baik dan kurang baik sebagai variabel independen, selanjutnya variabel dependen anda yaitu kepatuhan minum obat terdiri dari dua kategori yaitu patuh dan tidak patuh. Setelah anda berhasil mengkategorikan variabel ini, anda dapat langsung menciptakan sebuah coding yang nantinya akan anda masukan ke dalam SPSS. Sebagai contoh koding yang dapat anda gunakan ialah sebagai berikut :

      Variabel independent yaitu pengetahuan :
  1. Pengetahuan baik kode 2
  2. Pengetahuan kurang baik kode 1
     Variabel dependent yaitu kepatuhan minum obat
  1. Patuh diberi kode 2
  2. Tidak patuh diberi kode 1 
Setelah anda menciptakan kode ini , anda masuk kedalam master tabel. Pada umumnya semua peneliti merangkum hasil kusionernya pada master tabel. Apa itu master tabel? master tabel merupakan rangkuman atau ringkasan dari jawaban kusioner yang disebarkan kepada responden, contoh master tabel ialah sebagai berikut :


 Setelah anda melakukan pengkodingan pada variabel pengetahuan dan kepatuhan pasien pada microsoft excel hal selanjutnya ialah buka applikasi SPSS


 Pada lembar variabel view yang berwarna orange dipojok kiri bawah anda bisa mengetikan nama variabel penelitian anda, contohnya pengetahuan dan kepatuhan. Pada bagian values anda bisa memasukan kategori yang telah kita buat tadi dengan cara klik kolom variabel view kemudia isi angka 1 pada kolom value dan isi kurang baik pada kolom label dan begitu seterusnya kemudian setelah selesai klik OK


   Selanjutnya anda klik data view maka akan muncul tulisan pengetahuan dan kepatuhan minum obat, setelahnya anda buka lembar mikrosoft excel dan copikan data pada variabel pengetahuan dan kepatuhan minum obat ke dalam lembar spss. Caranya klik kopi pada lembar excel dan klik paste pada kolom 1 pengetahuan maka data di excel anda otomatis terkopi secara sempurna.


   Selanjutnya anda bisa klik analyze, pilih descriptive statistik pilih Crosstab maka akan muncul gambar seperti dibawah ini :


    Akan muncul kolom crosstab kemudian anda dapat memindahkan pengetahuan pada row dan kepatuhan minum obat pada kolom setelah itu, klik statistik dan pilih chi square untuk dicentang, lihat gambar dibawah ini:


   Setelah anda mencentang chi square, kemudian klik continue dan pilih OK maka Output SPSS pun akan muncul, cara menginterprestasikan uji chi square, dikatakan terdapat hubungan jikan nilai pvalue < 0.05 dan dikatakan tidak terdapat hubungan jika nilai pvalue >0.05. Dibawah ini merupakan contoh Output SPSS yang dapat anda lihat :


   Perhatikan pearson chi square dimana nilai Signifikansinya atau nilai pvalue sebesar 0.011, dapat disimpulkan bahwa 0.011 < 0.05 maka dalam uji chi quare ini terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dan tingkat kepatuhan pasien.

   Itulah tadi tutorial uji chi square menggunakan applikasi SPSS yang dapat dijabarkan oleh literasi ide. Bagi visitors yang ingin merequest konten tutorial uji statistik menggunakan applikasi spss dapat meninggalkan pesan pada kolom komentar dan jika author memiliki waktu luang maka author akan membuat konten blog sesuai dengan request dari visitors literasi ide.

Sekian dan Terimakasih

Posting Komentar untuk "Uji Chi Square Dengan Menggunakan SPSS"