ASI Dapat Menyebabkan Alergi Pada Bayi? Yuk Simak Faktanya



Hallo Visitors...!

  Menyusui merupakan sebuah aktivitas memberikan nutrisi berupa ASI yang dilakukan seorang ibu kepada anaknya. Menyusui merupakan kegiatan yang memiliki segudang manfaat loh,  baik bagi bayi dan ibu serta keluarga. Pada new mom pasti ingin memberikan ASI secara eksklusif pada bayi yang baru saja dilahirkannya. Pasalnya pemberian ASI (Air Susu Ibu) yang diberikan secara eksklusif dimana hanya memberikan bayi ASI saja tanpa makanan atau minuman tambahan pada bayi usia 0 hingga 6 bulan diklaim dapat meningkatkan imunitas yang tinggi pada bayi, meningkatkan kecerdasan bayi karena seluruh zat gizi pada ASI sangat mudah dicerna oleh bayi. Visitors pernah  mendengar dong slogan "susu manusia untuk bayi manusia, susu sapi untuk bayi sapi." eitss.... hal ini bukan hanya slogan semata ya visitors. Pasalnya tubuh bayi akan secara cepat menyerap zat gizi yang berasal dari air susu ibu (ASI) daripada susu formula yang berasal dari protein nabati maupun hewani.

 Manfaat lain dari pemberian ASI yaitu memberikan kedekatan antara ibu dan bayinya, membuat bayi menjadi lebih tenang, memberikan kualitas tidur yang baik untuk bayi, memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan manfaat bagi keluarga dapat menghemat pengeluaran karena ASI dapat diberikan secara gratis atau cuma cuma kepada bayi. Dari pada membeli susu formula yang akan menambah pengeluaran kebutuhan rumah tangga pemberian ASI jauh lebih memiliki manfaat dan hemat.

 Tapi tahukah visitors pemberian ASI dapat menyebabkan alergi pada bayi? ASI sendiri sama sekali tidak menyebabkan alergi pada bayi namun ada beberapa kasus bayi yang mengalami ruam kemerahan yang parah pada bagian kulit setelah bayi tersebut mengkonsumsi ASI dari ibunya. Sebelum kita simak fakta mari kita kenali apa itu ASI.

  Air Susu Ibu atau sering disingkat dan lebih populer dengan sebutan ASI merupakan cairan yang berasal dari kedua payudara ibu yang baru saja selesai bersalin atau melahirkan. ASI memiliki kandungan yang bernutrisi tinggi serta dilengkapi dengan zat anti bodi yang dapat diserap dengan cepat oleh bayi. ASI terdiri dari dua jenis yaitu foremilk dan hindmilk . Foremilk merupakan cairan ASI yang berwarna putih jernih, cairan ini keluar diawal sesi hisapan bayi pada aktivitas menyusui. Cairan foremilk memiliki tinggi laktosa, protein dan anti bodi namun rendah lemak. Cairan foremilk lebih encer,  umumnya cairan foremilk  ini keluar hingga 10 menit pertama pada aktivitas menyusui. Sementara hindmilk merupakan cairan yang lebih kental dan lebih pekat, cairan hindmilk itu kaya akan lemak dan dapat mengenyangkan bayi. Cairan hindmilk keluar setelah 10 menit pertama hingga pada akhir aktivitas menyusui. 

  Umumnya ibu menyusui dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan bergizi seperti daging, ikan, telur daun hijau yang dapat meningkatkan produksi ASI. Namun tahukah visitors pada bayi yang sensitif  terhadap protein ? Konsumsi telur, udang dan makanan laut lainnya yang dikonsumsi oleh ibu menyusui  dapat memicu munculnya ruam alergi pada bayi usia 0 hingga 6 bulan. Pasalnya pada bayi yang memiliki tingkat sensitivitas tinggi saluran pencernaan belum cukup sempurna untuk menyerap protein yang berasal dari telur, ikan dan udang (Seafood) yang dikonsumsi oleh ibu menyusui.

  Jika visitor memiliki bayi dibawah usia 0 hingga 6 bulan yang hanya mendapatkan ASI Eksklusif kemudian bayi anda mengalami ruam kemerahan, anda bisa melakukan evaluasi terhadap makanan makanan yang anda konsumsi. Perhatikan dan cermati apakah setelah anda mengkonsumsi makanan seperti telur dan seafood  bayi yang ada susui mengalami ruam kemerahan. Berikut ini merupakan foto bayi author yang mengalami ruam alergi akibat saya mengkonsumsi telur pada saat periode menyusui diusia bayi 0 hingga 6 bulan.
 

   Pada saat author melahirkan bayi pertama secara normal, author mengalami 20 jahitan dan hal ini yang memicu author untuk akhirnya mengkonsumsi telur ayam kampung yang direbus setiap hari agar mempercepat luka jahitan, namun ternyata hal ini memberikan efek alergi pada bayi author yang baru menginjak usia kurang lebih 2 minggu, pada minggu pertama kelahiran author tidak menyadari bahwa bayi saya merupakan salah satu bayi yang sensitif terhadap protein hewani dan seafood. Maka author terus mengkonsumsi telur ayam dan telur bebek setiap hari hingga puncaknya bayi author menunjukan gejala ruam alergi pada bagian tubuh yaitu kaki, leher, telinga dan lipat ketiak dan yang paling terlihat adalah pada wajah dan kelopak mata. 

  Sungguh pengalaman yang tak akan terlupakan oleh author seumur hidup, dimana pada saat itu author baru saja memulai peran sebagai seorang ibu baru dan langsung terkena BOMMMM!!!! menghadapi gangguan gangguan umum pada bayi. terlebih lagi bayi pertama author ini juga mengalami granuloma umblikalis yaitu adanya benjolan berwarna merah mudah yang terlihat lembab pada daerah sekitar pusatnya. Lalu apakah kesimpulannya ASI dapat menyebabkan alergi pada bayi? Jawabannya TIDAK sama sekali ya visitors. ASI tidak menyebabkan alergi pada bayi hanya saja kesalahan ibu dalam mengkonsumsi makanan pada masa menyusui perlu dicermati secara benar apalagi jika ternyata bayi anda merupakan golongan bayi yang sensitif terhadap makanan tinggi protein. ASI tidak menyebabkan penyakit pada bayi, justru sebaliknya ASI merupakan makanan terbaik pada bayi usia 0 hingga 6 bulan.
Maka untuk itu sebaiknya para ibu menyusui memperhatikan makanan makanan yang ia konsumsi terlebih lagi jika bayi anda  berusia kurang dari 1 tahun, umumnya bayi yang berusia kurang dari 1 tahun sistem pencernaannya belum begitu sempurna untuk ibu para ibu yang ingin memberikan ASI Eksklusif pada bayi harus benar benar memperhatikan makanan yang akan ia konsumsi.

  Lalu ketika bayi ASI mengalami Alergi apa yang harus dilakukan ? Apakah harus berhenti memberikan ASI? Yuk simak jawabannya berikut ini:
  1. Cari tahu penyebab munculnya ruam alergi pada bayi apakah benar dari makanan yang ibu konsumsi atau ada faktor lain seperti alergi debu ataupun alergi sabun mandi yang digunakan bayi, perhatikan ketika bayi anda telah selesai menyusu apakah bayi terlihat nyaman atau sebaliknya. Hal lain yang dapat dilakukan ialah melakukan skin test yaitu dimana ibu bisa meneteskan air susunya (ASI) kebagian kulit pada tangan bayi, jika bagian tersebut mengalami perubahan warna atau memerah maka dapat dipastikan bayi anda mengalami ruam alergi pada kulit disebabkan oleh kesalahan makanan yang anda konsumsi 
  2. Minumlah air putih sebanyak mungkin, hal ini bertujuan agar protein yang anda konsumsi seperti telur ataupun seafood dapat ternetralisir. Selain itu mengkonsumsi air putih yang banyak dapat membuang toksin atau racun pada tubuh ibu menyusui
  3. Tetaplah memberikan ASI tanpa makanan atau minuman tambahan, walaupun air susu ibu (ASI) mengandung protein yang berasal dari makanan pemicu alergi seperti telur dan seafood. Ibu tetap harus memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi usia 0 hingga 6 bulan. Dimana alergi yang  dialami  bayi anda saat ini merupakan proses pengenalan protein oleh tubuh bayi , semakin sering ia mendapatkan protein tersebut maka tubuhnya akan semakin mengenal dan mendeteksi protein hewani sehingga setelahnya tubuh bayi anda tidak akan memberikan sinyal ruam merah pada kulit sebagai tanda alergi. Kemudian bayi yang telah mendapatkan ASI pada umumnya akan menolak diberi pergantian susu ke susu formula. Untuk itu ibu diharus tetap memberikan ASI agar bayi terhindar dari dehidrasi
  4. Berhenti mengkonsumsi makanan pemicu alergi pada bayi anda, jika anda sudah dapat menganalisa bahwa ternyata selama mengkonsumsi makanan tertentu bayi anda menunjuk rasa tidak nyaman dan muncul ruam kemerahan pada kulitnya maka ibu harus berhenti mengkonsumsi makanan tersebut, ibu bisa mengganti makanan bergizi yang minim alergi seperti Daging ayam, Daging Sapi dan Sayuran hijau seperti daun katu, kelor dan bayam.
  5. Perhatikan ruam merah yang ada dikulit bayi anda, ruam merah yang sudah terinfeksi atau mengalami iritasi berat sebaiknya langsung diperiksakan ke Dokter Spesialis Anak (SPA) secara langsung untuk diobservasi apakah bayi mengalami ruam yang berbahaya atau tidak. Karena pada bayi yang berusia kurang dari satu tahun masih sangat rentan terhadap penyakit.
  6. Berikan salep atau bedak khusus untuk alergi sebagai penetralisir rasa gatal pada ruam dikulit bayi, Author sendiri menggunakan bedak tabur Caladine antialergi yang dioleskan tipis tipis pada ruam kulit bayi dan hasilnya sekitar 1 bulan kemudian kulit bayi author mulai membaik dan kembali mulus seperti semula

  Ini merupakan foto bayi author setelah melakukan langkah langkah perawatan diatas, hanya tersisa sedikit ruam merah pada kelopak mata dan beberapa hari setelahnya kulit bayi author kembali seperti semula. Berikut ini merupakan hal yang harus diperhatikan saat bayi mengalami alergi yaitu :
  1. Perhatikan ruam kemerahan pada kulit bayi terlihat basah atau tidak, jika terlihat basah sebaiknya ibu waspada dan harus menerapkan kebersihan kulit yang ekstra karena ruam kulit yang basah sangat beresiko besar mengalami infeksi.
  2. Perhatikan bagian yang mengalami ruam, apakah sampai kebagian tubuh dalam seperti mulut? jika ia maka sebaiknya ibu harus membawa bayi ke Dokter Spesialis Anak agar mendapatkan penanganan lebih lanjut
  3. Perhatikan kondisi umum bayi apakah bayi mengalami kolik? faktanya bayi yang mengalami kolik juga mengalami alergi. 
  4. Perhatikan asupan nutrisi bayi, bayi yang mengalami alergi harus tetap mendapatkan ASI dari ibunya. Selain ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI dapat memberikan antibodi pada bayi anda terutama jika bayi anda sedang sakit 
  Itulah tadi penjelasan mengenai apakah ASI dapat menyebabkan alergi pada bayi? Jawabanya tidak ya visitors penyebab alergi pada bayi bukanlah ASI melainkan kesalahan ibu dalam mengkonsumsi makanan pada saat periode menyusui dan kondisi bayi yang sensitif. Untuk itu jangan berhenti memberikan ASI secara eksklusif ya visitors. Ingat ASI merupakan makan terbaik bagi bayi usia 0 hingga 6 bulan, kandungan ASI tidak ada yang mampu menandingi walaupun dengan harga susu formula yang paling mahal sekalipun. Semoga informasi mengenai kesehatan ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi visitors...!
Sekian dan Terimakasih

Posting Komentar untuk "ASI Dapat Menyebabkan Alergi Pada Bayi? Yuk Simak Faktanya"