Demokrat Mencabut Koalisi Perubahan Anies Baswedan
Euforia demokrasi di indonesia melalui pemilihan Kepala Negara Indonesia yaitu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden sebentar lagi akan digelar pada bulan Februari tahun 2024. Indonesia sendiri telah lama menetapkan pemilu atau pemilihan umum dalam metode penetapan kepala Negara dan Kepala pemerintah Daerah. Beberapa koalisi partai telah terbentuk diantaranya kubu koalisi Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswendan. Anies Baswedan di deklarasikan sebagai calon presiden ditahun mendatang. Dimana koalisi perubahan merupakan koalisi yang mendukung Anies Baswedan menjadi calon Presiden Indonesia untuk Periode Tahun 2024. Koalisi perubahan sendiri sebelumnya terdiri dari partai Nasdem, PKB, Demokrat dan PKS. Empat partai yang kini mengalami perpecahan dimana Demokrat mencabut atau menyatakan keluar dari koalisi perubahan
Partai Demokrat sendiri, seperti yang dilansir dari pernyataan KETUM (Ketua Umum ) Partai Demokrat yaitu Agus Harimurti Yudyono (AHY) menyatakan bahwa partai Demokrat merasa terkhianati oleh muncul nya Muhaimin Iskandar atau yang lebih populer dikenal dengan Cak Imin yang secara tiba tiba dinyatakan menjadi wakil presiden Anies Baswedan. Demokrat merasa tersakiti dan mengambil sikap untuk keluar dari Koalisi perubahan karena hal tersebut.
Cak Imin merupakan politikus yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa yang pada saat ini menduduki jabatan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sejak tahun 2019. Beliau merupakan keturunan dari Dzuriyah Pondok Pesantren Manbaul Jombang, Jawa Timur. Demokrat merasa Anies Baswedan sebagai calon Presiden tidak konsisten dengan ucapan ucapan sehingga Demokrat mengambil langkah tegas yaitu keluar dari Koalisi Perubahan
Demokrat menyatakan sikap mundur untuk mendukung Anies Baswedan pada Pilpres Tahun 2024 mendatang hal ini ditindak lanjuti dengan mencabut semua baleho yang menyatakan dukungan Demokrat pada Anies Baswedan. Merasa tersakiti Bapak Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan dan menghimbau agar seluruh kader baik simpatisan partai Demokrat harus berbesar hati dalam menghadapi hal ini.
Apakah AHY tidak memiliki peluang untuk maju pilpres pada tahun 2024 mendatang? Berikut ini kita ulas profil singkat Agus Harimurti Yudhyono lebih jauh. Agus Harimurti Yudyono atau lebih dikenal dengan AHY merupakan putra pertama dari bapak mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. AHY memiliki pangkat terakhir di dunia militer sebagai Mayor Inf. AHY juga memiliki Doubel Master yang diperoleh dari Luar Negeri. AHY terkenal dengan kecerdasan dan kesantunannya. Namun pada tahun 2016 AHY melayangkan surat pengunduran diri kepada Jendral Gatot Nurmayanto. Keputusan pengunduran diri ini banyak disayangkan oleh berbagai pihak dimana mengingat AHY merupakan salah satu prajurit TNI terbaik di Indonesia.
Setelah resmi keluar dari dunia militer , Agus Harimurti Yudyono melanjutkan karirnya di dunia politik dengan memulai mengikuti Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah ) DK Jakarta, namun sayang AHY saat itu tidak terpilih. Namun tak patah semangat AHY tetap berfokus pada pelayanan masyarakat melalui partai Demokrat dan pada tahun 2023 ini AHY memutuskan untuk berkoalisi mendukung Anies Baswedan dalam Pilper Tahun 2024 mendatang. Namun sayang lagi lagi AHY harus merasakan kepahitan dalam karirnya di dunia politik. Partai Demokrat mendeklarasikan keputusan untuk keluar dari koalisi perubahan yang mendukung Anies Baswedan. Merasa tersakiti dan hianati itulah ucapan yang diungkapkan AHY setali tiga uang dengan pernyataan bapak mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menghimbau agar para kader dan simpatisan partai Demokrat harus berbesar hati menghadapi hal ini
Pada tanggal 04 September 2023 Demokrat merilis Konferensi Pers Ketua Umum Partai Demokrat yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam konferensi tersebut AHY menyatakan berbesar hati dan mengucapkan selamat kepada Anies Baswedan dan Cak Imin sebagai calon presiden dan wakil presiden untuk maju pada tahun 2024 mendatang. Demokrat menyatakan tidak ingin membahas kembali kronologis Demokrat mencabut koalisi perubahan Anies Baswedan karena merasa harus move on dari masalah tersebut.

Posting Komentar untuk "Demokrat Mencabut Koalisi Perubahan Anies Baswedan"