Kenali Granuloma Umblikalis Pada Bayi


Hallo Visitors..!

 Memiliki bayi merupakan moment paling bahagia bagi seorang wanita karena bayi merupakan anugerah terbaik yang dititipkan kepada orang orang yang dipercayai untuk memilikinya. Untuk ibu muda atau pun ibu baru banyak hal yang harus dipelajari loh visitors. Pada bayi baru lahir sangat penting bagi orang tua menjaga tali pusat bayi agar tidak mengalami infeksi namun ada beberapa kasus langka yang jarang terjadi pada kebanyakan bayi yaitu permasalahan granuloma umblikalis pada bayi. Apa sih granuloma umblikalis itu? bagaimana cara menanganinya dan apa penyebabnya. Yuk kita bahas secara lengkap bersama literasi ide.

 Tali pusat merupakan tali penghubung antara ibu dengan plasenta yang menjadi sumber nutrisi pada janin selama dalam masa kandungan. Tali pusat memiliki peran penting dan vital bagi janin. Sesaat setelah bayi dilahirkan pada kala III tali pusat bayi akan dipotong menggunakan gunting steril dan akan diklem dengan umblikalis klem agar bekas potongan tali pusat tidak mengeluarkan darah. 

 Umumnya tali pusat bayi akan lepas pada hari ke tujuh setelah bayi dilahirkan, namun ada beberapa bayi yang mengalami pelepasan tali pusat lebih cepat dan lebih lama dari 7 hari. Permasalahan mengenai tali pusat bayi baru lahir salah satunya ialah granuloma umblikalis. Gambar dibawah merupakan contoh gambar granuloma umblikalis pada bayi ya visitor...


 Granuloma umlikalis merupakan merupakan benjolan kecil yang secara tiba tiba muncul pada area bekas tali pusat bayi. ciri dari granuloma sendiri yaitu memiliki benjolan yang pada umumnya berwarna merah muda dan terlihat lembab. Granuloma umblikasi ini muncul ketika tali pusat bayi telah lepas namun masih meninggalkan bekas luka yang lembab atau basah dan kemudian akan muncul seperti benjola kemerahan diarea sekitar pusat bayi. 
  Apa penyebab granuloma umblikalis pada bayi ? umumnya pada bayi baru lahir ketika tali pusat lepas maka area sekitar pusat akan mengering. Namun pada kasus granuloma umblikalis area pusat bayi tidak mengering dan malah muncul benjolan kecil berwarna merah muda besar kemungkinan pada saat tali pusat lepas area sekitar pusat bayi basah atau lembab sehingga memunculkan granuloma umblikalis tersebut kemudian lepasnya tali pusat sebelum kering juga diperkirakan menjadi pemicu timbulnya granuloma umblikalis ini

  Bagi seorang new mom pasti akan merasa panik ketika melihat benjolan berwarna kemerahan pada sekitar pusat bayi, Author sendiri juga mengalami hal tersebut ketika anak pertama author mengalami granuloma umblikalis rasa cemas dan panik secara berlebihan tentu datang dengan senang hati, seperti penyumbang stress dikala seorang ibu baru saja ingin memulai perannya sebagai orang tua.

  Sekedar bercerita ketika author menghadapi granuloma umblikalis pada anak anak pertama, jujur saja author sangat cemas karena author merasa telah melakukan perawatan tali pusat bayi dengan baik dan sangat kesal kepada diri sendiri kenapa bisa author tidak mengetahui apa yang muncul disekitar pusat bayi padahal basic pendidikan author berkecimpung di dunia kesehatan. For your Information granuloma umblikalis ini persentase kejadiannya 1 dibanding 500 kelahiran hidup, dimana dari 500 bayi yang lahir secara sehat hanya ada 1 bayi yang mengalami granuloma umblikalis jadi kasus ini termasuk kasus yang tidak umum ya visitors...

  Granuloma umblikalis pada sebagaian besar kasus bisa hilang sendiri namun dibutuhkan perawatan tali pusat yang ekstra bersih agar benjolan disekitar pusat menghilang, beberapa jurnal internasional yang sudah author searching, granuloma umblikalis ini bisa diatasi dengan menggunakan garam dapur. WHAT?? GARAM DAPUR???? buat visitors yang belum pernah mengalami kasus ini pada bayinya mungkin akan merasa aneh, Serius looo pakai garam dapur bisa menyembuhkan granuloma umblikalis???? Sepertinya author akan jawab diakhir tips informasi kesehatan ini ya. Granuloma umblikalis memang bisa hilang dengan sendirinya namun pada beberapa kasus  penanganan granuloma harus melalui teknik bedah minor.

  Apa yang harus dilakukan orang tua dalam menangani granuloma umblikalis pada bayi, berikut ini tips nya:
  1. Kenali granuloma umblikalis pada bayi, orang tua harus memastikan bahwa benjolan yang berada disekitar pusat bayi merupakan benjolan yang belum terinfeksi artinya benjola tersebut tidak basah atau pun mengeluarkan nanah
  2. Usahakan agar tidak panik, lakukan perawatan tali pusat dengan cara selalu menjaga kekeringan dari pusat bayi
  3. Usahakan granuloma tetap bersih dan tidak kotor, Ibu bisa memberikan kasa steril yang tipis pada bayi kemudian memberikan pakaian dalam pada bayi 

 Memberikan kasa steril yang tipis dapat menjaga benjola disekitar pusat bayi terlindungi dari kontaminasi kotoran atau debu, sementara penggunaan pakaian dalam yang tipis bertujuan agar ada sirkulasi udara yang masuk kedalam area tali pusat bayi.

 Langkah selanjutnya ialah visitors bisa menggunakan garam halus yaitu garam dapur yang bersih dan taburkan sedikit pada bayi, jika bayi tenang dan tidak menangis maka ibu tidak perlu khawatir karena hal ini membuktikan bahwa granuloma umblikasi pada bayi masih dalam batas wajar. Author sendiri telah mengalami masalah granuloma umblikalis ini dimana author menyadari bahwa ada benjolan kecil disekitar pusat seminggu setelah tali pusat bayi saya lepas. Dimana benjolan itu terlihat berwarna merah mudah dan lembab. Setelah berkonsultasi ke Dokter spesialis Anak author hanya mendapatkan saran untuk terus melakukan perawatan tali pusat dengan teknik bersih setiap harinya, namun granuloma umblikalis ini tidak kunjung hilang hingga bayi pertama author menginjak usia 5 bulan. Kemudian dengan rasa sedih dan khawatir author terus menggali informasi mengenai informasi granuloma umblikalis langsung kepada teman sejawat dan orang tua namun hasilnya nihil karena seperti yang author katakan diawal bahwa kasus granuloma umblikalis ini merupakan kasus yang langka. Author kemudian mencari informasi pada grup sosial media dan ternyata ada beberapa orang ibu yang mengalami hal yang sama dan mereka berhasil menghilangkan granuloma umblikalis dengan memberikan taburan garam pada area granuloma umblikalis di Pusat bayi. Tentu author juga bertanya tanya, apa kah boleh memberikan garam kedaerah granuloma maka pencarian sumber referensi pun author telusuri hingga menenmukan beberapa jurnal ilmiah pada Google Scholar bahwa  garam atau natrium dapat membantu menghilangkan granuloma umblikalis, dimana natrium atau garam memiliki anti bakteri yang alami maka dengan modal keyakinan tersebut author memberanikan diri membeli garam dapur yang halus kemudian menamburkan sedikit garam kebagian granuloma umblikalis. Hal yang author takutkan ialah jika bayi saya akan menangis kesakitan namun ternyata bayi saya hanya tersenyum dan seperti tidak terjadi apa apa sejak saat itu author yakin untuk menggunakan natrium untuk granuloma umblikalis ini. Hanya dua kali saja menaburkan garam pada pada bagian granuloma tiba tiba kasa steril yang berada dipusat bayi saya berwarna kemerahan, tentunya author sangat panik APAKAH PUSATNYA BERDARAH????? author buru buru membuka kasa dan seperti magic benjolan granulomanya lepas dengan sempurna untuk foto lepasnya benjolan ini author sudah tidak menyimpan fotonya lagi adapun foto yang masih author simpan yaitu foto bekas luka granuloma yang sudah mengering sebagai berikut
 

 Nah setelah pemberian garam dapur yang bersih dan baru kebagian granuloma disekitar pusat sehari kemudian pusat bayi benar benar kering dan tidak lembab lagi dan benar benar hilang. Yang perlu diingat setelah granuloma lepas visitors tetap wajib menjaga kebersihan dan kekeringan bagian pusat bagi hingga granuloma atau benjola disekitar pusat benar benar hilang ya.....


 Sekarang bayi author sudah berusia 2 tahun dan sudah terbebas dari granuloma umblikalis sejak usia 5 bulan 14 hari hehe, MasyaAllah Tabrakallah. Itu tadi tips informasi kesehatan yang bisa literasiide sampaikan kepada visitors semoga blog ini senantiasa dapat memberikan pengetahuan yang baik bagi para visitors
Sekian dan Terimakasih

Posting Komentar untuk "Kenali Granuloma Umblikalis Pada Bayi"