Uji Wilcoxon Dengan SPSS

 



Uji wilcoxon merupakan uji non parametrik yang digunakan sebagai alternatif analisis jika data yang akan diolah tidak memenuhi uji prasyarat atau uji asumsi klasik seperti uji normalititas, uji homogenitas dan uji prasyarat lainnya. Uji wilcoxon untuk mengukur perbedaan dua kelempok variabel independen terhadap satu variabel dependen. Berikut ini tutorial melakukan uji wilcoxon dengan menggunakan applikasi SPSS

Siapkan dokumen yang akan diolah contoh judul " Pengaruh edukasi video  terhadap nilai bahasa indonesia siswa



Buka SPSS, Klik pada Variabel View kemudian tuliskan pretest (Sebelum perlakuan) dan Posttest (Setelah perlakuan). Selanjutnya klik data variabel lalu masukan nilai bahasa indonesia siswa. 


Selanjutnya Klik Analyze kemudian pilih Non Parametrik Test Pilih Legalcy Dialog Klik 2 Related Sample 


Selanjutnya akan muncul gambar dibawah ini:


Masukan nilai pretest ke kolom variabel 1 dan posttest ke kolom variabel 2 selanjutnya beri centang pada uji wilcoxon selanjutnya klik OK. Maka akan muncul output sebagai berikut:



Selanjutnya ialah interprestasi data hasil uji wilcoxon sebagai berikut:

Jika nilai Asym Sig 2 Tailed < dari 0.05 maka hipotesa alternatif diterima atau ada pengaruh edukasi video terhadap nilai bahasa Indonesia Siswa 

Jika nilai Asym Sig 2 Tailed > 0.05 maka hipotes alternatif ditolak atau tidak ada pengaruh edukasi video terhadap nilai bahasa Indonesia Siswa

Pada contoh diatas diketahui nilai Asym Sig 2 Tailed sebesar 0.42 artinya lebih kecil dari 0.05 maka dapat disimpulkan jika edukasi video memiliki pengaruh terhadap nilai bahasa Indonesia Siswa. Pertimbangan yang digunakan untuk menggunakan uji wilcoxon ialah ketika data yang anda peroleh tidak memenuhi uji prasyarat atau uji asumsi klasik seperti  uji normalita. Ketika data anda tidak memenuhi persyaratan untuk lolos uji normalitas sebaiknya jangan memanipulasi data tetapi pertimbangkan lah analisis non parametrik sebagai alternatifnya, sehingga penelitian anda menjadi penelitian yang baik, nyata dan bergunakan bagi masyarakat luas. Data yang diperoleh dari data sekunder maupun primer tidak harus dipaksakan untuk lulus uji asumsi klasik seperti uji normalitas. Karena pada kondisi tertentu data memungkinkan untuk tersebar secara tidak normal dan hal ini sering sekali mengganggu mahasiswa, dimana mahasiswa memiliki tekanan bahwa data harus terdistribusi normal sehingga akhirnya menggunakan trik manipulasi dalam menormalkan data tersebut. Padahal dalam aturan statistik sudah memiliki ketentuan bahwa ketika data yang diperoleh tidak memenuhi uji asumsi klasik maka analisis yang digunakan ialah uji non parametrik yang tidak terikat pada uji asumsi klasik tersebut. 

Semoga tutorial ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan dapat dipahami dengan tepat. 

Posting Komentar untuk "Uji Wilcoxon Dengan SPSS"